
Bukan Kondisi Langka, Kenali Diplopia: Penyebab Mata Anda Melihat Ganda
30 September 2025
Pernahkah Anda melihat satu objek namun yang tampak di mata justru ada dua bayangan yang berdampingan atau bertumpuk? Kondisi penglihatan ganda yang membingungkan ini dikenal dalam istilah medis sebagai Diplopia. Meskipun namanya terdengar asing, gejala ini adalah sebuah sinyal penting dari tubuh yang tidak boleh diabaikan, karena penyebabnya bisa sangat beragam, mulai dari yang dapat dikoreksi hingga kondisi medis yang serius.
Diplopia Menggangu Visibilita Menjadi tidak Nyaman
Diplopia adalah kondisi ketika mata melihat satu objek menjadi dua. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu mata
(diplopia monokular) atau keduanya (diplopia binokular). Diplopia juga dikenal sebagai penglihatan
ganda. Untuk memahami akarnya diplopia dibedakan menjadi dia jenis yaitu:
1. Diplopia Monokular: Masalah pada Satu Mata
Diplopia jenis ini terjadi ketika penglihatan ganda hanya dialami oleh satu mata. Anda bisa melakukan tes sederhana dengan menutup satu mata secara bergantian. Jika bayangan ganda masih muncul saat melihat hanya dengan satu mata, berarti itu adalah Diplopia Monokular. Penyebabnya seringkali berkaitan dengan kelainan pada struktur fisik mata itu sendiri, seperti mata silinder (astigmatisme) yang signifikan, katarak, atau masalah pada kornea. Meski terdengar lebih ringan, diagnosis pasti dari dokter mata tetap diperlukan.
2. Diplopia Binokular: Ketidakselarasan Antar Mata
Ini adalah jenis yang lebih umum, di mana mata melihat double hanya ketika kedua mata terbuka bersamaan. Begitu salah satu mata ditutup, penglihatan kembali normal. Diplopia Binokular menandakan otak tidak mampu menyatukan gambar dari kedua mata, yang hampir selalu mengindikasikan adanya masalah medis yang mendasari.
Baca Juga:
STOP Pakai Kacamata Melorot! Ini 3 Trik Jitu Pilih Frame untuk Hidung Pesek
Waspadai Spektrum Penyebabnya: Dari Ringan Hingga Serius
Penyebab diplopia sangatlah luas. Untuk diplopia binokular, kondisi yang paling umum
adalah mata juling (strabismus), di mana otot mata tidak sejajar. Kondisi sistemik
seperti penyakit tiroid atau diabetes yang tidak terkontrol juga bisa melemahkan otot dan saraf mata.
Namun, yang paling perlu diwaspadai, diplopia binokular umumnya terjadi karena kondisi yang serius, seperti aneurisma atau tumor otak
yang menekan saraf pengontrol gerakan mata. Gejala ini juga bisa menjadi pertanda awal dari stroke atau penyakit autoimun seperti
myasthenia gravis. Inilah mengapa kemunculan penglihatan ganda secara tiba-tiba harus dianggap sebagai keadaan darurat medis.
Langkah Medis yang Wajib Dilakukan
Melihat spektrum penyebabnya, diplopia bukanlah kondisi untuk didiagnosis sendiri
atau dianggap sepele. Langkah pertama dan satu-satunya yang paling tepat adalah segera membuat janji temu dengan dokter spesialis
mata (oftalmolog). Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan akar masalahnya, yang mungkin akan melibatkan
tes darah atau pemindaian seperti CT Scan/MRI untuk memastikan tidak ada kondisi serius yang terlewat.
Sumber: Alodokter
Solusi Setelah Diagnosis: Peran Lensa Prisma
Setelah diagnosis medis ditegakkan, barulah solusi korektif bisa direncanakan. Untuk kasus diplopia yang disebabkan oleh
ketidakselarasan mata seperti strabismus, salah satu solusi optik paling canggih
dan efektif adalah penggunaan lensa prisma. Lensa ini secara khusus dirancang untuk "membengkokkan" cahaya sebelum masuk ke mata,
membantu otak menyatukan dua gambar menjadi satu dan menghilangkan persepsi ganda.
VIUUM Eyewear sendiri memiliki pengalaman dalam menangani kasus seperti ini berdasarkan resep dokter. Salah satunya
adalah membantu KOL Kei Savorie (Instagram: @keisavourie),
yang telah lama mengalami tantangan penglihatan akibat kondisi strabismus-nya. Berdasarkan resep lensa prisma dari dokternya,
VIUUM berhasil membuatkan kacamata khusus yang mampu menyatukan kembali persepsi visualnya, sehingga penglihatan
gandanya teratasi dan kualitas hidupnya meningkat. Ini adalah bukti bahwa dengan diagnosis dokter yang tepat dan teknologi lensa
yang akurat, kondisi yang kompleks sekalipun dapat dikelola dengan baik.
Artikel terkait